Kamboja Meningkatkan Perang Melawan Jaringan Penipuan Online

kata Perdana Menteri Kamboja Hun Manet memulihkan reputasi internasional negaranya telah menjadi salah satu tantangan terbesar pemerintahannya. Berbicara pada Hari Nasional Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ke-3 di Phnom Penh, beliau menggambarkan upaya untuk meningkatkan citra global Kamboja menyusul publisitas negatif seputar operasi penipuan online sebagai sebuah upaya yang merugikan. “perang untuk memulihkan reputasi.”

Pemerintah terus menekan operasi penipuan

Hun Manet meminta pemerintah provinsi untuk terus mengejar jaringan penipuan online di seluruh negeri, dan menggambarkan upaya ini sebagai hal yang penting untuk melindungi reputasi internasional Kamboja dan menciptakan lingkungan yang aman bagi bisnis dan pengunjung.

Menurut Khmer Times, dia mengatakan pihak berwenang akan tetap melakukan hal tersebut “tegas” dalam mengatasi penipuan online karena kegiatan tersebut merusak kepercayaan investor dan merusak iklim bisnis negara.

Kampanye pemerintah semakin intensif sepanjang tahun 2025 dan 2026. Data yang dirilis oleh Komisi Pemberantasan Penipuan Online menunjukkan pihak berwenang menargetkan lebih dari 500 lokasi yang diduga penipuan secara nasional antara awal tahun 2025 hingga 22 Juni 2026.

Upaya penegakan hukum tersebut juga berdampak pada sektor perjudian yang diatur di negara tersebut. Pihak berwenang melaporkan bahwa 25 lisensi kasino telah dicabut atau ditangguhkan selama tindakan keras tersebut.

Fokus pada kasino semakin meluas setelah Wakil Perdana Menteri dan Menteri Ekonomi dan Keuangan Aun Pornmoniroth menginstruksikan lembaga pemerintah terkait untuk melakukan tinjauan komprehensif terhadap operasi kasino di seluruh Kamboja.

Berbicara pada seminar tentang regulasi game dan upaya memerangi penipuan online, Aun Pornmoniroth memperingatkan hal itu kasino yang ditemukan terlibat dalam penipuan online atau aktivitas ilegal lainnya dapat kehilangan izin operasinya. Sebagai ketua Komisi Manajemen Perjudian Komersial, dia mengatakan kepatuhan perizinan akan tetap ditinjau dengan cermat.

Masalah pariwisata dan investasi tetap menjadi fokus

Kampanye penegakan hukum yang dilakukan pemerintah dilakukan ketika Kamboja berupaya membalikkan dampak aktivitas penipuan online terhadap citra internasionalnya. Hun Manet mengatakan penghapusan jaringan kriminal ini diperlukan untuk memperkuat kepercayaan publik dan memulihkan kepercayaan di kalangan investor dan komunitas internasional.

Masalah ini juga membebani industri pariwisata negara tersebut. Kunjungan wisatawan internasional ke Kamboja menurun sebesar 47,8% selama lima bulan pertama tahun 2026. Seorang eksekutif pariwisata lokal baru-baru ini menghubungkan penurunan tersebut dengan publisitas negatif seputar pusat penipuan dan sengketa perbatasan yang sedang berlangsung dengan negara tetangga Thailand.

Perhatian internasional juga meningkat menyusul tuduhan Amnesty International awal tahun ini bahwa Kamboja memperbarui izin 12 kasino meskipun terdapat klaim pelanggaran hak asasi manusia serius yang terkait dengan operasi penipuan. Sebagai tanggapannya, pemerintah mengidentifikasi pemberantasan penipuan online sebagai salah satu prioritas tertingginya dan terus memperluas langkah-langkah penegakan hukum.

Para pejabat yakin pengawasan yang lebih kuat terhadap operasional kasino, tindakan berkelanjutan terhadap jaringan penipuan, dan penegakan peraturan yang lebih ketat akan membantu meningkatkan reputasi internasional Kamboja sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman untuk pariwisata, investasi, dan aktivitas bisnis yang sah.

Hun Manet juga menegaskan kembali posisi Kamboja dalam sengketa perbatasannya dengan Thailand, dengan menyatakan hal itu negaraakan terus melindungi kedaulatannya sambil melakukan perundingan damai. Ia mengatakan permasalahan yang belum terselesaikan harus ditangani melalui mekanisme hukum internasional jika diperlukan dan menekankan bahwa kedua negara harus tetap bersabar dan menghindari penggunaan kekuatan untuk menjaga stabilitas regional.